Kamis, 31 Mei 2012

Level of Explanation

Aliran holistic memiliki penjelasan yang berbeda dari aliran reductionism. Sesederhana apapun suatu perilaku, ia dapat dijelaskan dalam level yang berbeda-beda. Berikut adalah susunan level, mulai dari yang paling sempit hingga paling luas :
  1. Neurological Level
  2. Physiological Units Level
  3. Physiological System
  4. Physical / Muscular Level
  5. Psychological Level
  6. Social-Psychological Level
  7. Sosiological / Political Level
Bell menggunakan contoh penandatanganan sebuah cek untuk menjelaskan ketujuh level ini.
1. Neurological Level
Penanda tanganan suatu cek melibatkan fungsi otak. Pergerakan tangan, pada saat kita menadatangani, tidak terjadi begitu saja. Tangan menerima instruksi dari otak, tepatnya bagian motor cortex. Motor cortex bekerja sama dengan cerebellum, bagian otak yang berfungsi mengkontrol gerakan. Sekali saja kita belajar membubuhkan tanda tangan, maka proses ini sudah terprogram sedemikian rupa di otak. Perilaku ini akhirnya menjadi otomatis manakala ada pemicu yang menggerakan.
2. Physiological Units Level
Pada level ini, bukan hanya cerebellum dan motor cortex saja yang bekerja, tapi sudah melibatkan fungsi fisiologis. Misalnya, koordinasi antara tangan dan mata juga melibatkan fungsi lain, yaitu sistem penglihatan.
3.Physiological System Level
Level ini melibatkan seluruh sistem fisiologis yang saling terkait. Dapat dikatakan : seluruh organismelah yang melakukan tanda tangan, bukan lagi bagian-bagian kecil yang terpisah.
4. Physical / Muscular Level
Aliran behaviourism menyatakan hanya perilaku yang tampak saja yang dapat diteliti oleh ilmuwan psikologi. Pada contoh tanda tangan cek diatas, apa kiranya yang dapat diobservasi menurut kaum behaviorism? Tak lain hanyalah pergerakan tangan individu, seperti yang terlihat ketika ia membubuhkan tanda tangan.
5. Psychological Level
Aktivitas menandatangani cek, melibatkan aspek psikologis yang tidak terobservasi oleh orang lain. Ketika mendatangani cek, individu mungkin merasa atau memikirkan sesuatu yang tidak tampak dari luar, misalnya:
Rasa bangga : ”Keuangan saya bulan ini masih sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya masih bisa membayar tagihan-tagihan ini”
Rasa marah : ”Mahal banget sih bayar parkirnya, padahal cuma 10 menit doang!”
6. Social Psychological Level
Manusia adalah mahluk sosial. Perilaku bisa saja timbul karena alasan-alasan sosial yang melatarbelakanginya. Misalnya : ”Saya menandatangani cek ini untuk membayar hutang ke teman, dan itu menyangkut kehormatan saya”
7. Sociological / Political Level
Pada level ini, tanda tangan cek bukan sekedar membubuhkan nama kita pada selembar kertas. Tanda tangan cek merupakan ’alat’ untuk mencapai tujuan akhir yang lebih tinggi. Tanda tangan cek melibatkan mekanisme perbankan, mentransfer uang dari satu rekening ke rekening lain. Dalam level ini, misalnya, bisa saja individu menanda tangani cek dengan tujuan menyalurkan sejumlah uang dari pemerintah negaranya kepada sebuah negara miskin.
Dari kacamata behaviorism, tak ada bedanya antara seseorang yang menanda tangani cek dengan seorang artis yang memberikan tanda tangan pada penggemarnya. Keduanya melibatkan proses motorik yang sama. Namun tentu saja, pada level sosiologis, kedua perilaku tersebut memiliki makna yang berbeda.
PENUTUP
Maka, ada yang disebut sebagai penjelasan telelologis : bahwa suatu perilaku pasti mengandung tujuan akhir tertentu, dan bukan sekedar kumpulan partikel-partikel tunggal.
They learn about something. We learn about them.” (sebuah kalimat yang pada suatu masa tertulis di jaket kebangsaan anak-anak Psikologi).
Sumber : Debates in Psychology oleh Andy Bell